Rabu, 29 Juli 2009

sahabat

sahabat
kau seperti cermin
ku lihat diriku di dirimu
kala udara bahagia memburai
saat lelah meleleh di kabut hari
atau ketika gerimis pilu hati berdesis

kau selalu ada
pinjami aku dua kuping cantikmu
lalu kau sisir pengertian
di bianglala rasaku
dalam helaian kunjungan kata
kau sertakan nyanyian bunga mantra
hingga damai merekah di ladang jiwa

sahabat
kau bumi hati
segerombol daun kasihmu elok
melebat di pohon ketulusan
teduhkan kerontang laku hari
ber-sama-mu
ku temukan diriku
mungkin dirimu adalah aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar