Senin, 18 Juli 2011

tentang cakrawala cinta

Tuan di lubuk dada masih tersenyum
Suara matahari keringkan ladang rindu
Membakar dedaun hasrat
Bersama penyesalan yang gagal
Oleh kemanisan di wajah yang masih tertinggal
'Pun kala senyummu berlalu dari mata usia

..Di bawah kulit kita getar rasa menyebar
Menelan semua kegundahan yang tercecer di petak hari
Ia bersembunyi di bawah selapis tebal kesetiaan

Di pertunjukan cakrawala kita di persatukan
Oleh kearifan berjarak
dengan dasar perasaan tak terjelaskan
Walau rasa kita berkeliaran
bersama fragmen fragmen rumit..
Entah mengapa setia asa bersetubuh denganku

'Pun pada kegembiraan yang hanya sesekali bertandang
Sebab dongeng moralitas kerap keluar
Dari persembunyiannya
Lalu bergeming..
mengambang di permukaan wajah kita

Pulanglah ke cakrawala cinta..,
Kembali ke kehidupan yang sebenarnya
Di sana.., cinta menentukan
Siapa yang pantas di cintai,
Seberapa banyak ia di cintai
Dan bagaimana mencintai..

bila ada kalamu..,sudi ajak aku ke sana
Di atas jalanku..,
sebuah padang rumput kecil dan cerah muncul.

(Terinpirasi oleh khazanah imajinasi Arundhati Roy).