Rabu, 17 November 2010

hening

ketika kata-katamu berlibur
asa hatiku berkendara dalam mantra
aku singgahkan cahaya di dadamu
bertabur udara kasihkasih
mungkin kau merasakannya
dalam sunyi nan tulus

bersama hujan aku meletakkan jiwa
di reranting, dedaunan dan rerumputan basah
mungkin cukup bagiku
mencintai hanya dengan menatapmu
kenyataannya tak ada bila yang tepat
untukku bersamamu
aku kehabisan kata untuk berkata
juga tiada lagi kata tertinggal untuk terkata

di kegaduhan kepalaku
diam diam kebisuan mengirim ingatan
tentang hadirmu dahulu
menggerumuti setiap sudut ingatan
mencabut kalimat-kalimat lamamu
aku menikmati ketidaksetujuan yang menggurui.