Minggu, 26 Juli 2009

kau di mana

ber-sloki-sloki sepi telah ku tenggak
dari anggur janji yang kau cecap
di tujuh belas purnama kemarin
aku selalu mabuk
setiap kali memikirkan-mu
saat matahari mengetuk pintu
di sore sederhana-ku
hingga sang malam merapat

seribu mimpi tentang-mu
di lipatan gaun malam-malam-ku
berjalan di cakrawala tanya tanpa jawab
duhai kekasih,
di mana kepundan hati-mu
penanda tating-tating rasa-mu
telah ku cari ke sudut-sudut kaldera samudera rasa
tak jua ku temukan

risau-risau-ku
tak pernah kau pungut
walau dalam sesobek angin
kau di mana
di tenggara
di utara
di barat
atau di timur laut
begitu mahal barisan abjad-mu
sekedar menambal huruf-huruf rindu-ku
yang tak ber-tepi bagi-mu

doa-ku
ber-niang rindu-ku
tak ber-sideku dengan ke-fana-an
tak ber-serakan di celah sempit hari-mu
mungkin satu dua getar cecap-mu
kan sempurna-kan tating-tating rasa-ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar