Kekasih-ku,
maafkan aku
hanya ada sisa sabar bagi-mu
karena baju sabar ku- kenakan bagi mereka
agar aku tampak bijaksana
Ibu -anak-anak-ku
maafkan aku,
hanya ada sisa manis bagi-mu
karena manis-ku banyak di kecap mereka
agar aku tampak menyenangkan
Malaikat tak bersayap-ku
maafkan aku,
hanya ada sisa energi bagi-mu
karena energi ku- burai bagi mereka
agar aku kokoh meraih mimpi
Perempuan tangguh-ku
maafkan aku,
untuk umpatan dan makian-ku
bisa jadi itu bukan buat-mu
tapi.., entah mengapa
aku muntahkan pada-mu
Permaisuri istana-ku
maafkan aku,
bila tak ku perdulikan sakit-mu
tak ku perdulikan rasa di hari-mu
aku sibuk menjaga rasa mereka
Dewi-ku,
maafkan aku,
bila sunyi selalu memeluk-mu
bila kau harus kokoh
seperti karang samudera
untuk ego di kepala-ku
anggap diri-mu
tak penting untuk di dengar-kan
tak penting untuk di ajak berbagi
Cinta-ku
maafkan aku,
bila mencintai-ku
seperti memeluk landak
karena bisa jadi
tak lagi aku mengenal diri-ku
Istri-ku,
terima kasih seribu
untuk semua-mu pada-ku
hingga aku jadi luar biasa
bagi dunia aku dan mereka
Masih-kah kau cintai aku ?
Senin, 22 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar